Untukmu, yang pernah singgah dihati
Kamu adalah prioritasku, dulu
Kamu adalah yang membuatku tertawa, dulu
Dulu, semua terasa indah saat bersamamu
Kemanakah kamu yang dulu?
Aku pernah memintamu untuk menunggu, hanya sebentar
Tapi kau memilih untuk meninggalkanku
Aku pernah menunggumu, tanpa kau pinta
Nyatanya, aku hanyalah angin yang membawamu pergi
Kau datang, saat aku terjatuh
Kau ulurkan tangan, untuk membantuku bangun
Dan kau pergi, membuatku terjatuh lagi
Lalu, siapa yang akan membantuku untuk berdiri lagi?
Memang salahku, masih merindukanmu sampai sekarang
Nyatanya, aku hanyalah pilihan saat kau bosan
Setidak pentingkah aku?
Semudah itukah dia menggantikan posisiku?
Kini.. aku seperti balon, dan kau seperti anak kecil
Kau dengan mudahnya melepaskan genggamanku
Kau bahagia, saat aku lepas dari genggamanmu
Tapi akhirnya kau menyesal, karena aku takkan kembali lagi padamu
Untukmu yang pernah singgah dihati,
Terima kasih, kita pernah sedekat nadi walaupun kini sejauh matahari
Kamu adalah apa yang aku tulis,
tapi aku bukanlah apa yang kamu baca
-Ai-